04.tugas
Kamis, 15 Maret 2012 by Novia arsita in


1.   TEORI ORGANISASI KLASIK
Teori ini biasa disebut dengan “teori tradisional” atau disebut juga “teori mesin”. Berkembang mulai 1800-an (abad 19).  Dalam teori ini organisasi digambarkan sebuah lembaga yang tersentralisasi dan tugas-tugasnnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.

Dalam teori ini organisasi digambarkan seperti toet piano dimana masing-masing nada mempunyai spesialisasi (do.. re.. mi.. fa.. so.. la.. si..) dimana apabila tiap nada dirangkai maka akan tercipta lagu yang indah begitu juga dengan organisasi.

Dikatakan teori mesin karena organisasi ini menganggab manusia bagaikan sebuah onderdil yang setiap saat bisa dipasang dan digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin.
            Defisi Organisasi menurut Teori Klasik:

Organisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan factor-faktor lain apabila orang bekerja sama.

Teori Organisasi klasik sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal. Empat unsure pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal:
a.      Sistem kegiatan yang terkoordinasi
b.      Kelompok orang
c.       Kerjasama
d.     Kekuasaan & Kepemimpinan
menurut penganut teori klasik suatu organisasi tergantung pada empat kondisi pokok: Kekuasaan) Saling melayani) Doktrin) Disiplin)
Sedangkan yang dijadikan tiang dasar penting dalam organisasi formal adalah:
a.      Pembagian kerja (untuk koordinasi)
b.      Proses Skalar & Fungsional (proses pertumbuhan vertical dan horizontal)
c.       Struktur (hubungan antar kegiatan)
d.     Rentang kendali (berapa banyak atasan bisa mengendalikan bawahan).

            Teori Klasik berkembang dalam 3 Aliran:
¨      BIROKRASI) Dikembangkan dari Ilmu Sosiologi
¨      ADMINISTRASI) Langsung dari praktek manajemen memusatkan Aspek Makro sebuah organisasi.





Sumber :  ferryroen.wordpress.com/2011/08/05/teori-organisasi-klasik/

03.tugas
by Novia arsita in





Desain Organisasi Formal dan Informal.


Istilah organisasi berasal dari kata organon/bahasa yunani. Yang berarti alat, tools. Desain organisasi (organizational design) merupakan proses memilih dan mengimplementasikan struktur yang terbaik untuk mengelola sumber-sumber untuk mencapai tujuan. Sasaran desain organisasi adalah menggunakan struktur yang memberikan fasilitas pengimplementasian strategi. Desain organisasi dapat juga dinyatakan sebagi proses pembuatan keputusan yang dilakukan oleh manajer untuk memilih struktur organisasi yang sesuai dengan strategi untuk organisasi dan lingkungan tempat anggota organisasi melaksanakan strategi tersebut. Desain organisasi menuntut manajer untuk melihat secara bersamaan ke dalam organisasi dan ke luar organisasi. Ada empat bagian untuk membangun desain organisasi, yaitu pembagian kerja, departementalisasi, hirarki dan koordinasi. Dalam pengembangan desain organisasi ada dua hal yang penting; pertama perubahan stratgei dan lingkungan berlangsung dengan berlalunya waktu, desain organisasi merupakan proses yang berkelanjutan. Kedua, perubahan dalam struktur termasuk mencoba dan kemungkinan berbuat salah dalam rangka mensyusun desain organisasi. Manajer hendaknya memandang desain organisasi sebagai pemecahan masalah dan mengikuti tujuan organisasi dengan gaya situasional atau kontingensi,yaitu struktur yang ada didesain untuk menyesuaikan keadaan organisasi atau sub unitnya yang unik.

Organisasi didefinisikan oleh beberapa ahli sebagai berikut :
Menurut Prof. Dr. Sondang Siagian, Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk suatu tujuan bersama dan terikat secara formal.
Menurut Chester I. Barnard, Organisasi adalah suatu system aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.Menurut Stoner, Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
Menurut James D. Mooney, Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia)
Jadi, paling tidak definisi organisasi terdiri dari :

1. orang orang/sekumpulan orang
2. kerjasama
3. tujuan bersama

Desain organisasi menekankan pada sisi manajemen dari teori organisasi dengan mempertimbangkan konstruksi dan mengubah struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.


sumber : www.manajemenn.web.id/2011/12/organisasi-formal.html

02.tugas
by Novia arsita in


SEJARAH ORGANISASI


Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.


Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama .
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.


Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran


Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif.


sumber : www.mdmc.or.id/index.php?option=com_content&view...

01. tugas
by Novia arsita in


I. Pengertian Organisasi dan Metode


Pengertian Organisasi adalah Bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Pengertian Metode adalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.

Dari uraian di atas terlihat jelas betapa eratnya hubungan antara manajemen, organisasi dan metode, bahkan sepertinya dapat dikatakan bahwa organisasi dan metode merupakan salah satu bidang pengkhususan dari manajemen.
Manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seorang pimpinan (manager) yang harus dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya.

Kegiatan manajemen : 

a. Planning (perencanaan)
Merupakan proses kegiatan pemikiran, dugaan dan penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum melaksanakan tindakan yang sebenarnya.
Merupakan kegiatan non fisik (kejiwaan) sebelum melaksanakan kegiatan fisik.
Sangat diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi serta tujuan suatu program pembangunan

b. Organizing (pengorganisasian)
Merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan mengenai orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.
Dilakukan demi perencanaan, pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat.
Harus diperhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara obyektif.
c. Motivating (pendorongan)
Merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai.
Mencakup segi-segi perangsang baik yang bersifat rohaniah seperti kenaikan pangkat, pendidikan dan pengembangan karier, pemberian cuti dan sebagainya maupun yang bersifat jasmaniah seperti sistem upah yang baik dan memotivasi, pemberian tunjangan, penyediaan fasiliatas yang lengkap, dan sebagainya.

d. Controlling (pengendalian)
Merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan, penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang direncanakan.
Sangat penting untuk mengetahui sampai dimana pekerjaan sudah dilaksanakan.
Dapat dilakukan evaluasi, penentuan tindakan korektif ataupun tindak lanjut, se hingga pengembangan dapat ditingkatkan pelaksanaannya.

Keempat kegiatan manajemen tersebut tidak dapat terlaksana tanpa adanya sumber-sumber ataupun sarana yang harus didayagunakan secara tepat. Sumber-sumber yang dimaksud disebut 6 M (The six M’s in management), yaitu:
Manusia atau tenaga kerja (man power).
Uang atau dana (money).
Bahan-bahan atau material (materials).
Mesin dan peralatan (machine and equipment).
Tata kerja atau (methods)/
Pasar (market).


sumber adhiitblues.blogspot.com/.../pengertian-organisasi-dan-metode.html

TUGAS 2 SOFTSKILL
Jumat, 13 Januari 2012 by Novia arsita in

TUGAS 2 SOFTSKILL

Dimisalkan anda diminta untuk mengelola sebuah usaha warnet, dimana warnet ini membutuhkan perencanaan dan pengorganisasian agar dapat berjalan. Rumuskanlah visi dan misi dari warnet yang anda kelola selain itu buatlah pengorganisasian dari warnet yang anda kelola !

JAWABAN :


Visi ;
ingin menjadikan warnet ini menjadi yg nomor 1 dr segala sudut
Misi :
1. mengamankan dr situs porno
2.pengakses tercepat
3.menyediakan tempat senyaman mungkin
4.tersedia juga ribuan situs bgame
5. tersedia berbagai macam snack
6.tersedia paket menaik serta di tambah kupom dan bonus bertambah jam

TUGAS 4 SOFTSKILL
by Novia arsita in



TUGAS 4 SOFTSKILL

1.Seorang pemimpin mempunyai tugas dan peranan di dalam mengarahkan dan mempengaruhi. Jelaskan apa yang diarahkan dan harus dipengaruhi oleh seorang pemimpin !
2. Didalam melakukan kegiatan pengendalian seorang pimpinan perlu memiliki standar penilaian terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Standar apakah yang digunakan oleh pimpinan Universitas Gunadarma dalam mengendalikan kegiatan perkuliahan ? jelaskan jawaban anda !
3. Seorang karyawan yang sebelumnya sangat antusias dalam bekerja dalam suatu tim yang menangani suatu proyek tiba tiba menjadi begitu apatis bahkan meminta mundur dari tim proyek, padahal karyawan tadi kontribusinya cukup besar bagi suksenya proyek tersebut.
Berdasarkan uraian diatas menurut anda kira kira mengapa hal tersebut bisa terjadi ? bila anda sebagai penangung jawab proyek apa yang semestinya anda lakukan ?

JAWAB :


1. 1. pemimpin harus bisa memproyeksikan arah yang kuat serta tujuan yang mantap dengan menyampaikan visi yang kuat untuk masa depan, pemimpin juga harus bisa menciptakan suasaa kerja yang bersifat saling mempercayai , mendapatkan kepercayaan serta lingkungan kerja team yang px 1 misi yang menjadi tujuan bersama

menjadi pemimpin juga memiliki ketulusan untuk membingbing dan menumbuhkan teamnya menjadi orang yang lebih sukses da memungkinkan potensi anggota teamnya untuk tumbuh maksimum dalam jenjang karirnya

2. Standar penilaian yang di gunakan oelh kepimpinan universitas gunadarma adalah meningkatkan kreatifitas mahasiswanya, memiliki pendidikan yang bermutu tinggi, menghasilkan lulusan yang berkualitas, profesional, dan bisa berperan aktif di bidang teknologi informasi

3. menurut saya, mungkin si karyawan tersebut tidak nyaman dengan suasana kantor, atau lingkungan sekitar sehingga mengakibatkan si karyawan memilih untuk mundur dari perusahaan tersebut

TUGAS SOFTSKILL 3
by Novia arsita in

TUGAS 3

Carilah dari berbagai sumber ( internet, buku, makalah maupun majalah )perusahaan yang sedang melakukan kegiatan pengorganisasian. Setelah anda peroleh kasus yang di maksud, tulislah dalam tugas anda serta uraikanlah kegiatan pengorganisasian dari perusahaan tersebut.

 


Penjeleasan Singkat tentang JSA Analisa keselamatan kerja adalah cara mengenali bahaya bahaya dan meningkatkan cara menangani potensi bahaya tersebut.
Pelaksanaan JSA dilakukan sebelum memulai pekerjaan untuk mendeteksi atau memastikan bagaimana  pekerjaan tersebut dilakukan dengan cara yang aman.
Berikut ini beberapa manfaat melaksanakan JSA:

  • menghilangkan atau mengurangi resiko terjadinya kecelakaan
  • memberikan kesadaran akan keselamatan terhadap pekerja yang terlibat (pekerja, supervisor, dan manager).
  • memberikan kesempatan bagi pekerja memberikan masukan
  • meningkatkan pengetahuan tentang pekerjaan yang akan dilakukan
  • jelasnya tanggung jawab pencegahan kecelakaan teridentifikasi
  • hemat waktu (ketersediaan peralatan yang tepat teridentifikasi)
  • meningkatkan komunikasi
Berikut ini tiga cara melaksanakan JSA yaitu:
  1. Dengan observasi langsung
  2. Dengan diskusi kelompok
  3. Dengan peninjauan dan pemeriksaannya
Ketika Anda sudah yakin memilih metode terbaik untuk melakukan pekerjaan maka Anda sudah dapat memulai melaksaanakan JSA tersebut.
Berikut ini beberapa tahapan dalam melaksanakan suatu JSA, yaitu;
  • pilih pekerjaan yang akan dianalisa
  • pecah pekerjaan menjadi beberapa langkah kerja
  • identifikasi bahaya di tiap langkah kerja
  • buat pengendalian di tiap bahaya yang teridentifikasi
  • catat tiap temuan ke dalam lembaran JSA
  • gunakan JSA untuk pekerjaan tersebut
  • tinjau ulang dan perbaharui lembar JSA ketika terjadi perubahan
  • lebaran yang sudah selesai dapat digunakan dan menjadikan pekerjaan tersebut menjadi pekerjaan rutin maka Anda perlu membuatnya menjadi prosedur kerja baru atau meninjau ulang prosedur yang sudah ada.
Metode Membuat dan Melaksanakan JSA

Diskusi Grup- metodi ini digukana untuk pekerjaan proyek, penyelesaian proyek dan pekerjaan baru.
The JSA is completed by a group of people familiar with the job under the guidance of their supervisor.  The group members use their collective experience to identify the job steps and potential accidents in each step and develop workable solutions.
JSA tersebut dibuat oleh kelompok pekerja yang familiar dengan pekerjaan tersebut yang dipimpin oleh pengawas mereka. Kelompok keerja tersebut menggunakan pengalaman mereka mengidentifikasi langkah kerja dan potensi kecelakaan di tiap langkah kerja tersebut dan membuat kendali sebagai solusi dari potensi kecelakaan yang dapat terjadi.
Disampin pengawas dan pekerja yang akan melakukan pekerjaan. Tambahan anggota spesialis juga bisa dilibatkan jika diperlukan seperti operator crane, petugas pemadam api, enginer vertilasi, penasehat keselamatan dan lainnya.

Pemeriksaan dan pengecekan ulang– cara ini umum digunakan saat operator tidak dapat diganggu.
Metodi ini disebut seperti ini karena pengawas menyiapkan versi awal JSA untuk pengengecekan rutin daripada melakukan observasi langsung.
JSA tersebut dibuat dalam bentuk draft agar mudah diingat. Kemudian didiskusika dengan pekerja yang melakukan tugas tersebut. Pengawas tersebut memeriksa JSA yang telah dibuat sebagai bagian dari pengawasan kerja.

Observasi Langsung – Metode ini digunakan untuk pekerjaan rutin atau berulang-ulang
In this method the person doing the analysis actually observes the job being done.  The process may be observed a number of times before all the separate steps have been identified.  In addition a number of different employees may be observed to establish variations in doing the job.
Dalam metode ini pekerja tersebut melakukan analisa yang sebenarnya mengawasi pekerjaan yang sedang dilakukan. Proses tersebut dapat diawasi beberapa kali sebelum semua langkah kerja yang tertinggal dapat telah diidentifikasi. Dan juga dapat mengawasi para pekerja yang berbeda melakukan pekerjaan yang bervariasi.
Metode observasi tersebut memiliki sejumlah keuntungan:
  1. Merangsang ide
  2. Memacu interaksi dengan pekerja yang melakukan pekerjaan
  3. Menunjukkan pembelajaran
Anda akan terlibat dalam JSA menggunakan metode ini.
The five steps are:/ lima langkah tersebut adalah:
Berikut ini 5 langkah yang dapat Anda lakukan;
  • pilih karyawan yang tepat; (pilih karyawan yang sangat berpengalaman)
  • jelaskan apa tujuannya; (tekankna bahwa pembelajaran ini adalah pekerjaan kelompok bukan perorangan, bagi tugas ke masing-masing pekerja
  • arahkan untuk mengidentifikasi urutan langkah kerja; (ingat Anda mecari langkah dasa, untuk pekerjaan yang panjang pecah menjadi beberapa bagian untuk pengamatan)
  • periksa urutan langkah kerja bersama pekerja, dan
  • catat urutan langkah kerja tersebut

Bagaimana Membuat JSA

Identifikasi pekerjaan yang akan dianalisa
To identify and prioritise the jobs to be analysed we need to follow selection criteria.
Untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan pekerjaan yang akan dianalisa kita perlu mengikuti keriteria pemilihan
Untuk memutuskan pekerjaan mana yang akan dianalisa, berikut hal-hal yang perlu dipertimbangkan:
  • Potensi bahaya; (pilih pekerjaan yang beresiko tinggi)
  • Sejarah kecelakaan terhadap pekerjaan tersebut; (pilih pekerjaan dengan sejarah banyaknya kecelakaan)
  • Pekerjaan yang sangat baru dilakukan; (JSA untuk pekerjaan baru atau perubahan metode membantu membuat prosedur)
  • Pekerjaan yang memiliki potensi cidera. ( pilih pekerjaan dengan potensi tinggi terjadinya kecelakaan yang serius atau parah)
Pecah pekerjaan tersebut menajdi beberapa langkah
Pemecahaan langkah kerja membatu pemeriksaan kritis yang sistimatik dari tiap langkah kerja untuk mengidentifikasi bahaya atau potensi kecelakaan pada pekerjaan tersebut.
Langkah-langkah tersebut harus menjelaskan apa yang akan dilakukan dan urutannya. tantangannya disini adalah jangan terlalu jauh atau kurang menganalisa pekerjaan tersebut.
Pekerjaan apapun dapat dipecah menjadi rangkaian langkah kerja. Kebanyakan akan dipecah menjadi kurang dari 10 langkah untuk tujuan pembuatan JSA. Jika langkah kerjanya lebih banyak, bagi menadji beberapa bagian kerja dan buat JSA tambahan.
Ketika membuat JSA ada beberapa aturan dasar yang harus diikuti.
Berikut ini aturan dasar ketika membuat langkah kerja sebuah JSA;
  • jelaskan apa yang harus dilakukan di tiap langka kerja  bukan bagaimana;
  • jangan menyebutkan bahaya
  • jangan mengulas pencegahan bahaya
  • langkah kerjathe steps are described in normal order of occurrence;/ langkah langkah kejadian dijelaskan secara umum
  • jelaskan langkah kerja dengan kata kerja melakukan sesuatu;
  • sepakati langkah kerja hanya sekali
Identifikasi bahaya dari tiap langkah kerja
Setelah langkah kerja terlah diidentifikasi, bahaya dan potensi kecelakaan di tiap langkah kerja perlu diidentifikasi.
Analisa hasil diskusi harus dibuat dengan pertanyaan secara spesifik.
Berikut ini adalah beberapa jenis pertanyaan bertanya ketika mendisikusikan JSA, meliput;
  • Dapatkah pekerja tertabrak atau kontak dengan apapun saat melakukan langkah kerja ini?
  • Dapatkan menabrak atau mengontak dengan apapun?
  • Dapatkah siapa saja terjepit di atnara atau di dalam apapun?
  • Dapatkan pekerja mengalami nyeri terkilir?
  • Dapatkah pekerja terpeleset, tersandung atau terjatuh?
  • Dapatkan siapa saja terpapar oleh gas, panas, debu, asap, zat kimia, tekanan, asbes dll?
  • Dapatkah pekerja tersebut mangalami cidera atau menciderai rekan kerjanya saat melakukan pekerjaan?
  • Dapatkah kerusakan pada peralatan terjadi? dan;
  • Dapatkan polusi lingkungan terjadi?
Pertanyaan ini seharusnya ditanyakan pada tiap langkah kerja. Tulis bahaya dari tiap langkah kerja karena  Anda akan membutuhkannya ketika mencari cara pengendaliannya.
Pembuatan Solusi atau Kendali
Suatu solusi atau kendali dapat manjadi beberapa bentuk.
Solusi dapat berbentuk dari:
  • pendekatan radikal;
  • prosedur kerja
  • pendekatan lingkungan; dan
  • solusi pengurangan frekuensi
Solusi Radikal biasanya berupa kombinasi prosedur dan lingkungan dan dapat menhasilkan penginkatan pada biaya, waktu, keselamatan dan upaya.
Seharunya Anda memilih solusi yang radikal sebelum Anda memulai membuat beberapa solusi yang spesifik contohnya apa tujuan dan dapatkah kita mencapainya dengan mengubah cara kita bekerja.
Solusi Kerja Prosedur adalah salah satu yang disebutkan tepatnya apa yang pekerja harus dan tidak boleh lakukan untuk menghindari potensi kecelakaan tertentu.
Solusi prosedur kerja ini seharunya digunakan jika solusi radikal tidak dapat dilakukan.
Solusi Lingkungan Kerja adalah satu yang mengubah beberapa aspek lingkungan kerja untuk menghindari kecelakaan.
Perubahan itu dapat meliputi apapun yang berupa bagian fisik di sekitar tempat kerja. Contohnya, perkakas yang berbeda, peralatan alternatif, pembatasan lokasi kerja, penerangan lokasi kerja dan sebagainya.
Solusi lingkungan kerja harus digunakan jika prosedur tidak efektif menangani resiko tersebut.
Solusi Frekuensi Berkurang adalah satu cara yang mengurangi jumlah berapa kali pekerjaan berbahaya tersebut dilakukan. Pendekatan ini langsung mengeliminasi atau mengurangi penyebab kondisi yang memerlukan perbaikan.
Menyelesaikan JSA
Sebelum bertanya ke dua pertanyaan ini, tidak ada JSA untuk perbaikan atau service yang teratur dinyatakan selesai.
  1. Dapatkan frekuensi pekerjaan ini dikurangi dengan cara apapun?
  2. Dapatkan penyebab kondisi, yang memerlukan pekerjaan ini diselesaikan, dihilangkan dengan berberapa cara?
Sebelum mengesahkan sebuah JSA, mereka harus meninjau ulang kembali di akhir pekerjaan selesai.
Ketika meninjau ulang JSA tersebut pada penyelesaian pekerjaa Anda harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut;
  • Apakah ada langla kerja yang berubah? (bertambah atau dihilangkan)
  • Apakah teridentifikasi bahaya tambahan atau baru?
  • Solusi atau kontrol apa yang sudah dibuat utuk bahaya baru yang teridentifikasi tersebut?
  • Apakah terdapat pengaruh luar yang dapat mempengaruhi pekerjaan tersebut?
Ketika JSA selesai, pengawas Anda harus mendokumentasikannya. JSA tersebut juga harus dilampirkan dengan ijin kerja jika diperlukan.

Kesimpulan

Dengan berfikir tentang bagaimana kita akan melakkan pekerjaan tersebut sebelum kit amemulai dan dengan menggunakan metode JSA kita sudah bahas di artikel ini kita dapat mengidentifikasi bahaya yang berhubungan dengan pekerjaan yang kita lakukan.